Ratusan Adminduk yang Tidak Jelas Keberadaannya Diadukan ke Polisi

Setelah sebelumnya mengadukan kasus penghilangan Adminduk milik warga Kencong oleh Dispenduk Capil, Forum Masyarakat Tertindas atau Format, Senin siang kembali mengadukan adanya ratusan Adminduk, yang tidak jelas keberadaannya ke Mapolres Jember.

Koordinator Format Kustiono Musri menceritakan, setelah diadukan posko pengaduan di depan kantor Dispenduk Capil, akta putri dari Fathul Hidayat warga Kencong, yang sempat tidak jelas keberadaannya, akhirnya diantarkan langsung oleh petugas ke rumah yang bersangkutan. Meski demikian, ternyata pihaknya kembali menerima pengaduan dari dua orang relawan Bupati Jember Faida, yang mengaku ada sekitar 400 Adminduk milik warga yang mengajukan melalui dirinya secara kolektif, juga tidak jelas keberadaannya.

Padahal mereka mengajukan adminduk seperti pecah KK, menyerahkan KK asli kepada petugas. Bukannya mendapatkan KK baru, malah KK asli yang lama justru tidak jelas keberadaannya. Kustiono menilai, hilangnya ratusan Adminduk milik warga, salah satu akibat karena relawan mengajukan pembuatan adminduk secara kolektif, secara tidak prosedural.

Karena itu lanjut Kustiono, pihaknya mengadukan kasus tersebut ke Mapolres Jember, dengan harapan dapat segera ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian. Sebab warga yang menjadi korban dari dua relawan saja, sudah mencapai kurang lebih ada 400 KK.

Sementara Kapolres Jember Akpb Kusworo Wibowo membenarkan telah menerima pengaduan dari perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tertindas. Kusworo mengaku, hingga saat ini pihaknya masih memilah mana kasus yang masuk katergori tindak pidana, dan mana yang bukan.

Kusworo juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Dispenduk Capil, terkait temuan kasus adminduk yang pernah diadukan masyarakat ke Mapolres Jember. Kusworo berharap apapun yang diadukan masyarakat terkait persoalan adminduk di Kabupaten Jember, bisa dijadikan bahan dalam melakukan pemetaan masalah oleh Pemkab.

(224 views)