Bawaslu Nilai Stiker Jokowi di Kaca Angkot Melanggar Aturan

Bawaslu Kabupaten Jember menilai, pemasangan stiker bergambar Calon Presiden petahana Joko Widodo di kaca belakang Angkutan Umum, secara jelas melanggar PKPU Nomor 23.

Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menjelaskan, setelah mendapat informasi masyartakat dan melakukan pengecekan langsung, memang akhir-akhir ini banyak Angkutan Kota di Jember, memasang gambar Calon Presiden Petahana Joko Widodo di bagian kaca belakang.

Thobrony menilai hal ini jelas melanggar Peraturan KPU Nomor 23, dimana disebutkan gambar paslon dilarang di pasang di Angkutan Umum, kendaraan dinas pemerintahan dan ambulance. Karena itu pekan depan Bawaslu akan mengundang organda dan Dinas Perhubungan, untuk melakukan sosialisasi sebelum nantinya akan dilakukan penertiban paksa.

Sementara Ketua Paguyuban Angkot Siswoyo ketika dikonfirmasi melalui telefon selularnya, mengaku belum tahu adanya Angkot yang memasang gambar calon presiden, karena sejak beberapa hari lalu dirinya berada di Surabaya.

Meski demikian jika memang dinilai melanggar, besok sepulang dari Surabaya dirinya akan langsung mengumpulkan para pengemudi Angkot, agar melepas gambar-gambar tersebut. Biasanya jika untuk gambar komersial, pengemudi mendapatkan kompensasi senilai 150 ribu rupiah per bulan. Tetapi untuk gambar capres ini, Siswoyo mengaku masih belum tahu pasti.

(236 views)