PCNU Jember Gelar Bahtsul Masail Istimewa Menyikapi Tambang Emas Silo

Setelah melakukan serap aspirasi terhadap warga Pace Kecamatan Silo terkait persoalan pertambangan di Silo, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama atau PCNU Jember, Rabu siang mengelenggarakan bahtsul masail istimewa, di Ruang Auditorium Universitas Islam Jember.

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jember Abdul Haris menjelaskan, pasca terbitnya Surat Keputusan  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tanggal 23 April 2018, yang menetapkan blok Silo sebagai kawasan tambang, PCNU Jember langsung beraksi dengan melakukan serap aspirasi terhadap wargadesa Silo. Sejak awal warga Silo dan sejumlah aktivis lingkungan, menolak keras adanya aktivitas pertambangan di blok Silo.

Sebagai tindak lanjut dari serap aspirasi tersebut, mengingat gentingnya persoalan tambang blok Silo, PCNU Jember menyelenggarakan bahtsul masail istimewa, untuk melihat persoalan tambang emas Silo dalam perspektif hukum Islam. Bahkan dalam bahstul masail tersebut, pcnu mengundang ahli mitigasi dari Yogyakarta Eko Teguh Paripurno, untuk melihat aspek tambang dari sudut pandang lain. Apapun hasil final dari bahtsul masal tersebut, nantinya akan menentukan kemana langkah pcnu jember dalam menyikapi lokasi tembang emas Silo.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Desa Pace Kecamatan Silo kembali merapatkan barisan untuk menolak keras aktifitas tambang emas, meski Kementerian ESDM sudah menetapkan 4 ribu lebih kawasan tambang di Kecamatan Silo, apapun resikonya.

(670 views)