Kuasa Hukum Kadispenduk Capil Jember Akui Kliennya Lakukan Maladminduk

Kuasa hukum Kadispenduk Capil tersangka kasus pungli adminduk, Eko Imam Wahyudi mengakui kliennya telah melakukan maladministrasi telah mencetak ganda KTP dirinya dan Bupati Jember.

Kepada sejumlah wartawan Eko menjelaskan, dirinya membenarkan dalam pemeriksaan penyidik menemukan satu keping E KTP atas nama Bupati Jember Faida, dan E KTP Ganda milik kliennya sendiri. Meski demikian Eko merasa keberatan jika kliennya disebut memiliki E KTP ganda.

Yang dimaksud memiliki KTP ganda menurut Eko, jika seorang warga Indonesia yang memiliki KTP lebih dari satu, yang keterangan yang tertera dalam KTP satunya dengan yang lainnya berbeda. Sehingga karena NIK dan nama yang tertera, pada sejumlah KTP yang dimiliki kliennya dan Faida  sama, tidak masuk kategori ganda, tetapi hanya masuk kategori maladministrasi. Sebab dalam pengurusannya, tidak melalui prosedur perundang-undangan.

Diberitakan sebelumnya, pascara terjaring OTT pungli adminduk, polisi menyita satu keping E KTP milik Bupati Jember Faida dari tangan tersangka Y, dan dua keping E KTP milik Kadispenduk Capil Sri Wahyuniati. Bahkan setelah Komisi A DPRD Jember melakukan sidak ke Kantor Dispenduk Capil, menemukan fakta bahwa E KTP Faida pernah dicetak 4 kali, dan E KTP milik Sri Wahyuniati dicetak 6 kali.

Atas temuan tersebut pakar hukum pidana yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Nurul Ghufron menilai, dokumen adminduk yang di cetak tanpa tanpa melalui prosedur perundang-undangan, masuk kategori mal adminduk.

(328 views)