Maraknya Tambang Emas Ilegal di Gunung Manggar Akibat Minimnya Personil Polisi Hutan

IMG_20180920_110956

Jumlah personil polisi hutan yang bertugas di kawasan hutan Gunung Manggar Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan, hingga saat ini masih cukup minim. Hal tersebut, menjadi salah satu penyebab maraknya aktivitas penambangan emas secara illegal.

Demikian yang disampaikan Administratur Perhutani Jember Ahmad Basuki, usai menutup paksa belasan lubang tambang emas ilegal di Gunung Manggar, Kamis siang. Kepada sejumlah wartawan Basuki menjelaskan, luas hutan gunung manggar yang mencapai 41 hektar tidak diimbangi dengan petugas hutan yang memadai. Akibatnya, meski hanya sekitar 4 hektar yang menjadi lokasi tambang emas ilegal, saat petugas hendak merazia informasinya selalu bocor.

Kurang maksimalnya pengawasan lanjut Basuki, menjadi salah satu penyebab masih maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Manggar. Basuki mengaku, selain berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI, pihaknya juga melakukan sosialisasi rutin kepada warga, di Musalla dan Balai Desa. Meski proses penyadaran masih sulit dilakukan, minimal dengan sosialisasi tersebut warga sudah sepakat menolak penambang dari luar Jember.

Diberitakan sebelumnya, polisi, TNI dan Perhutani Kamis siang melakukan penutupan paksa belasan aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Manggar Desa Kesilir Wuluhan. Meski tidak satupun penambang berhasil ditangkap, polisi berjanji akan mengejar para pelaku dengan mengejar pengepulnya terlebih dahulu.

(873 views)