GMNI Tuntut Transparansi Anggaran Pengentasan Buta Aksara

IMG-20180910-WA0022Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI Cabang Jember, Senin pagi menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD dan Pemkab Jember. Mereka prihatin atas rendahnya kualitas pendidikan di Jember, serta minta adanya transparansi anggaran pendidikan khususnya pengentasan buta aksara yang nilainya cukup besar.

Koordinator Aksi Ilham Fidauziar saat bertemu Ketua Komisi D DPRD Jember mengatakan, sangat miris ketika Jember sebagai kota pendidikan dengan jumlah perguruan tinggi yang sangat banyak, ternyata angka buta aksaranya cukup tinggi, yakni mencapai 164 ribu jiwa. Anggaran yang digelontorkan Pemkab dalam berbagai progam buta aksara sangat besar, tetapi pihaknya belum melihat aksi kongkrit dalam tataran pelaksanaan.

Belum lagi persoalan infrastruktur lembaga pendidikan, yang dalam statementnya sendiri Bupati menyampaikan di Jember ada 2 ribu lebih ruang kelas rusak, dan ditargetkan tahun 2018 ini perbaikan seribu ruang kelas diantaranya sudah tuntas. Namun kenyataannya hingga menjelang akhir tahun, Ilham belum melihat tanda-tanda realisasi dari kegiatan tersebut.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi, menyampaikan terima kasih atas aksi yang dilakukan GMNI, yang membuktikan bahwa Komisi D tidak sendirian. Komisi D menurut Hafidi, juga melihat kondisi pendidikan di Jember sama seperti yang dilihat oleh GMNI. Bahkan Komisi D berkali-kali memanggil Dinas Pendidikan, namun sampai detik ini juga belum pernah bersedia hadir.

Hafidi berprasangka baik mungkin karena saat itu Kepala Dinas Pendidikan masih berstatus PLT. Namun dengan sudah dilantiknya Kepala Dinas Pendidikan definitif, dalam waktu dekat Komisi D akan kembali memanggil Dinas Pendidikan untuk mencari solusi persoalan ini.

(389 views)