Tingginya Kemiskinan di Jember Akibat Dana Desa Tidak dikelola dengan Baik

Pengamat politik anggaran Universitas Jember Hermanto menilai, tingginya angka kemiskinan di pedesaan seperti yang diungkapkan Gubenur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa, salah satunya akibat belum dikelolanya Anggaran Desa secara baik.

Anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Kabupaten, sebenarnya bertujuan untuk mendongkrak perekonomian di pedesaan. Tetapi faktanya di Jember Hermanto melihat ada yang salah dalam pengelolaan Dana Desa. Mayoritas memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Padahal sesuai Permendes 19 Tahun 2017, Dana Desa juga bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa.

Di sinilah menurut Hermanto pentingnya peran Pemerintah Kabupaten, membantu Pemerintah Desa melakukan pemetaan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing desa. Kenyataannya Bumdes yang ada di Jember terkesan dibuat asal-asalan, sehingga tidak berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakatnya.

Diberitakan sebelumnya Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik hingga seotember 2018, angka kemiskinan pedesaan Kabupaten Jember menduduki urutan kedua teratas setelah Kabupaten Malang.

(328 views)