3 Jam Dimediasi Kapolres STDI dan Seluruh Tokoh Agama Sepakat Damai

IMG-20180815-WA0015

Setelah 3 jam dilakukan proses mediasi tertutup oleh Kapolres Jember bertempat di Aula Kantor Kemenag, seluruh Tokoh Agama, MUI, NU dan pihak Yayasan STDI, sepakat damai dan saling menjaga toleransi terhadap perbedaan faham masing-masing pihak.
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengaku bersyukur persoalan STDI yang sempat menghangat beberapa minggu terakhir dapat diselesaikan secara damai. Proses mediasi berjalan cukup lama, karena seluruh pihak dipersilahkan menyampaikan aspirasinya masing-masing, yang kemudian didiskusikan untuk mencari titik temu.
Akhirnya lanjut Kusworo, diperoleh 6 poin kesepakatan dari proses mediasi tersebut. Di antaranya saling menghargai dan toleransi terhadap hal-hal yang berbeda, tidak menyebarkan faham yang berbeda dengan faham pihak lain, serta mengedepankan klarifikasi tabayyun tentang persoalan yang dapat memicu konflik horizontal.
Hal senada diungkapkan Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab. Gus Aab membenarkan seluruh tokoh agama sepakat menjaga perdamaian dan mengedepankan klarifikasi langsung serta kajian ilmiah. Jika tidak diperoleh titik temu terkait keyakinan, masing-masing pihak tidak akan memaksa masyarakat yang kurang faham agama, untuk ikut ke dalam kelompoknya.
Sementara Ketua Yayasan STDI Jember Muhammad Arifin Badri, mengaku senang sudah diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan klarifikasi, terhadap faham yang diajarkan dalam Yayasannya. Mediasi hari ini menurut Arifin Badri, menjadi ruang bagi Yayasan yang dipimpinnya untuk berbenah setelah mendapat kritik dari tokoh-tokoh agama yang ada di Kabupaten Jember.

(953 views)