Dampak Erupsi Gunung Agung Bali Bandara Notohadinegoro Jember ditutup

Dampak terjadinya erupsi Gunung Agung di Karangasem Bali, hari ini aktifitas penerbangan Bandara Notohadinegoro Jember ditutup. Meski di landasan pacu tidak terlihat adanya debu vulkanik, diperkirakan debu vulkanik memenuhi ruang udara yang berpotensi membahayakan penerbangan.

Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember Edi Purnomo ketika dikonfirmasi melalui telefon selularnya membenarkan hal ini. Menurut edi, sebenarnya debu vulkanik di landasan pacu sangat tipis sehingga tidak terlihat.

Namun dirinya menerima notice of airmen atau notam dari kementerian perhubungan sekitar pukul 08.30 pagi tadi, yang memerintahkan aktifitas penerbangan di Bandara Notohadinegoro ditutup terhitung mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00.

Edi menduga keputusan ini diambil karena dari pantauan citra satelit, menunjukkan ruang udara dipunuhi debu vulkanik. Notam akan dikirimkan setiap hari, setelah dilakukan evaluasi oleh otoritas penerbangan bersama BMVKG.

Diberitakan sejumlah media nasional sebelumnya, Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem Bali, mengalami erupsi sejak Kamis hingga Jumat dinihari. Dari pantauan BMVKG, debu vulkanik yang keluar dari Gunung Agung bergerak ke arah barat, sehingga debu vulkanik tidak terasa adanya semburan debu vulkanik.

(228 views)