Terdakwa Kasus Penembakan Mahasiswa UNMUH Divonis 10 Tahun Penjara

Bismi Mahesa Pradana, terdakwa kasus penembakan yang menyebabkan tewasnya salah satu mahasiswa UNMUH Jember, Rabu siang akhirnya divonis 10 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jember. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut 14 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember Zulfikar dalam putusannya menjelaskan, dalam persidangan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, telah melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Adapun pertimbangan yang memberatkan lanjut Zulfikar, terdakwa yang merupakan Anggota Polri yang semestinya mampu mengontrol emosinya. Serta pertimbangan meringankan bahwa terdakwa masih terbilang pemuda.

Dengan pertimbangan tersebut, maka Ketua Majelis Hakim memvonis terdakwa 10 tahun penjara dikurangi masa tahanan, dan denda 5 Ribu Rupiah. Dengan ini, terdakwa masih memilki kesempatan untuk menerima atau menolak keputusan Majelis Hakim, dalam waktu 7 hari ke depan.

Sementara Kuasa Hukum Terdakwa Imam Eko Wahyudi memastikan akan mengajukan banding. Imam menilai, dalam peristiwa terbunuhnya seorang mahasiswa Unmuh Jember bernama Dedi, murni karena terdakwa terpaksa. Sebab, peristiwa tersebut sempat diwarnai saling tarik menarik senjata api.

Sementara pihak keluarga korban Irfan menilai bahwa, keputusan hakim dengan memvonis terdakwa 10 tahun penjara masih terlalu ringan. Sebab, sebelumnya JPU sudah menuntut 14 tahun penjara. Meski demikian, terkait rencana banding oleh terdakwa, dirinya berharap putusannya justru lebih tinggi.

(674 views)