Puger Alami Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Sejumlah petani di Desa Kasiyan Timur Kecamatan Puger, mengeluhkan terjadinya kelangkaan pupuk bersubdisi di daerahnya. Akibatnya petani terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang cukup tinggi.

Salah satu nelayan Desa Kasiyan Puger Muhammad Thohir menjelaskan, sejak sebulan lalu dirinya kesulitan mendapatkan pupuk urea bersubsidi. Padahal saat ini merupakan waktunya pemupukan tanaman jagung dan cabe.

Agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar lagi, sejumlah petani terpaksa membeli pupuk urea non subsidi dengan harga 230 Ribu Rupiah per sak. Padahal jika beli pupuk urea bersubsidi, petani hanya membayar 90 Ribu Rupiah per sak. Parahnya lagi, disaat petani harus mengeluarkan banyak uang untuk pupuk, saat ini harga jagung dan cabe justru anjlok.

Hal senada disampaikan Ketua Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Desa Kasiyan Timur Hendro Saputro. Menurut Hendro, untuk menyelamatkan tanamannya, sejumlah petani terpaksa menggunakan pupuk non subsidi. Hendro berharap keluhan para petani khusunya di Puger mendapat perhatian dari instansi terkait. Sehingga kerugian yang dialami petani tidak bertambah besar.

(600 views)