Kabar Masuknya Jaringan ISIS Di Jember Dipastikan Hoax

Masuknya jaringan Islamic State In Iraq And Syria atau ISIS di kabupaten Jember, dibantah keras oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo. Setelah mengklarifikasi langsung kepada wakil direktur pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Hamly, berita tersebut dipastikan hoax.

Kusworo dalam acara deklarasi gerakan anti radikalisme yang digelar GP Ansor Jember menjelaskan, dirinya juga mendapat link berita berantai tersebut di media social. Karena kebetulan kenal baik dengan Brigjen Hamly sebagai narasumber dalam berita tersebut, dirinya langsung meminta klarifikasi melalui telefon selularnya.

Namun ternyata yang disampaikan Brigjen Hamly adalah Jamaah Ansharut Daulah atau JAD. Entah bagaimana kemudian statement tersebut di plintir sehingga yang muncul dalam berita, jaringan ISIS sudah masuk di 16 kabupaten dan kota termasuk kabupaten Jember.

Untuk meluruskan kabar ini, tanggal 7 Juli mendatang Brigjen Hamly berjanji akan datang ke Jember, untuk menjelaskan secara langsung kepada tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren se kabupaten Jember.

Rencananya dalam pertemuan yang dihadiri Brigjen Hamly itu, akan disampaikan juga cara-cara jaringan ISIS dalam merekrut anggota, sekaligus tips yang harus dilakukan untuk melakukan pencegahan. Sebab memang salah satu tempat yang harus diwaspadai diantaranya pondok pesantren dan forum-forum pengajian.

Sebelumnya beredar berita berantai dengan narasumber direktur pencegahan BNPT Brigjen Hamly, yang menyebutkan bahwa jaringan ISIS sudah masuk di 16 kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk salah satunya di kabupaten Jember.

(754 views)