Sekolah Terlilit Hutang Akibat Progam Pendidikan Gratis Tidak Terkonsep Dengan Baik

Banyaknya SMP Negeri di Jember yang memiliki hutang, merupakan dampak dari progam pendidikan gratis yang tidak terkonsep dengan baik. Demikian disampaikan ketua Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi kepada sejumlah wartawan.

Menurut Hafidi posisi sekolah di awal tahun memang dilematis. Disatu sisi sekolah membutuhkan biaya besar menjelang ujian nasional, disisi yang lain dana BOS juga belum bisa dicairkan. Ditambah lagi anggaran progam pendidikan gratis dalam APBD juga belum dicairkan.

Mestinya ini menjadi perhatian Pemkab seiring diberlakukannya progam pendidikan gratis. Sebab jika sebelumnya beban sekolah tidak terlalu berat karena masih ada sumbangan orang tua siswa. Namun ketika bupati melarang orang tua siswa untuk memberikan sumbangan, pihak sekolah klimpungan mencari hutang untuk menutup biaya operasional sekolah.

Lebih ironis lagi lanjut Hafidi, sampai saat ini juklak dan juknis progam pendidikan gratis yang dicanangkan bupati juga masih tidak jelas arahnya. Jika Pemkab tidak serius menanggapi persoalan ini, Hafidi khawatir akan berdampak terhadap merosotnya kualitas pendidikan di kabupaten Jember.

Diberitakan sebelumnya akibat dana BOS dan juga anggaran PPG belum bisa dicairkan, hampir seluruh sekolah di kabupaten Jember menanggung hutang hingga diatas seratus juta rupiah. Hutang tersebut diantaranya digunakan untuk membayar biaya listrik, telfon, gaji honorer, pembelian alat tulis kantor dan kebutuhan operasional sekolah lainnya.

(570 views)