PGRI Yakin Kepala SMKN 8 Semboro Tidak Lakukan Pungli

PGRI Jember berkeyakinan kepala SMK Negeri 8 Semboro beserta dua orang wakilnya yang ditangkap tim Saber Pungli Polres Jember, tidak bertujuan memperkaya diri. Ketua PGRI Jember Supriyono juga berkeyakinan, yang dilakukan kepala SMK Negeri 8 Semboro bukan kategori pungli.

Supriyono juga menyesalkan perlakuan Polres Jember terhadap kepala SMKN 8 Semboro beserta wakilnya, yang ditunjukkan kepada publik dengan wajah di tutup topeng dan di borgol, seperti layaknya penjahat besar. Bagaimanapun juga ketiganya merupakan pendidik yang mestinya mendapat perlakuan berbeda.

Lebih jauh Supriyono menjelaskan, dirinya yakin apa yang dilakukan SR, KA dan DR belum bisa dikatakan pungli. Karena dalam undang-undang sistem pendidikan nasional, biaya pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Sumbangan dari wali murid merupakan bagian dari pembiayaan oleh masyarakat. Karena itulah di setiap sekolah sudah dibentuk komite sekolah. Supriyono yakin yang dilakukan kepala SMKN 8 Semboro sudah melalui komite sekolah.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jember AKP Bambang Wijaya ketika dikonfirmasi per telfon menjelaskan,/ polisi tidak gegabah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Semua prosedur sudah dilakukan termasuk proses gelar perkara yang juga dihadiri pihak kejaksaan.

Di tetapkannya ketiga tersangka dilakukan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk beberapa alat bukti yang berhasil diamankan. Bambang juga membantah jika pungutan tersebut merupakan kesepakatan orang tua bersama komite sekolah.

Sebab dari keterangan saksi, ada unsur paksaan yang dilakukan pihak sekolah kepala wali murid, untuk membayar uang ujian senilai 1 juta rupiah. Bahkan jika pungutan tersebut tidak dilunasi, siswa akan mendapat sangsi tidak diijinkan mengikuti ujian sekolah. Sementara proses press rilis yang dilakukan Polres Jember Selasa siang, tidak ada yang menyalahi aturan karena sudah sesuai SOP Mabes Polri.

(837 views)