Perusahaan Dan Perbankan Kesulitan Salurkan CSR Akibat Minimnya Data

Sejumlah lembaga perbankan dan BUMN yang beroperasional di kabupaten Jember, kesulitan menyalurkan dana CSR nya kepada masyarakat, akibat minimnya data yang dimiliki. Untuk itu mereka mengusulkan agar segera dibentuk forum penyaluran CSR di kabupaten Jember.

Manager kebun Banjarsari PTPN XII Mulyadib Eko Purnomo dalam hearing bersama Komisi D dan Komisi B serta pimpinan DPRD Jember Kamis siang mengatakan, selama ini dana CSR yang dikeluarkan oleh PTPN kepada masyarakat cukup besar. Belum lagi dana CSR dari perusahaan, yang jika digabungkan bisa menjadi potensi besar untuk membantu kesejahteraan masyarakat Jember.

Hanya saja menurut Mulyadib, penyaluran CSR di Jember dilakukan sendiri-sendiri tanpa adanya koordinasi. Untuk itu Mulyadib meminta DPRD memfasilitasi dibentuknya forum CSR atau apapun namanya, agar CSR yang dikeluarkan oleh perusahaan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Mulyadib yang sebelumnya bertugas di kabupaten Banyuwangi menceritakan, jika di Banyuwangi sudah terbentuk forum CSR yang didalamnya juga ada unsur legislatif dan eksekutif. Sehingga perusahaan tidak kesulitan mencari sumber data masyarakat yang perlu dibantu.

Hal senada diungkapkan perwakilan BNI 46 cabang Jember Muhammad Anang. Menurutnya BNI 46 selama ini sudah banyak menyalurkan CSR baik untuk dunia pendidikan, sosial maupun kesehatan. Namun karena pemerintah daerah belum menyiapkan database, pihaknya terpaksa masih harus melakukan survey sendiri untuk memastikan dana CSR yang disalurkan tepat sasaran.

Atas kondisi ini pimpinan DPRD Jember berjanji akan segera memfasilitasi pertemuan antara eksekutif dan pimpinan perusahaan yang ada di Jember, untuk membahas pembentukan forum CSR. Apalagi hal ini juga sudah diatur dalam peraturan daerah yang sudah disahkan sejak 2015 lalu.

(755 views)