Metode Hidroponik Diharapkan Bisa Dikembangkan Di Seluruh Pesantren

Sistem pertanian hidroponik dinilai akan mampu merubah mindset masyarakat, terhadap dunia pertanian khususnya dikalangan generasi muda. Demikian disampaikan wakil bupati Jember Abdul Muqit Arief, usai menghadiri panen perdana green house hidroponik binaan Bank Indonesia Jember, di ponpes Roudlotul Muta’alim Pratang Jumat pagi.

Menurut Muqit, mayoritas masyarakat Jember berprofesi sebagai petani. Namun sayangnya pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian masih kalah dengan sektor lainnya. Akibatnya masyarakat khususnya generasi muda enggan menekuni pertanian.

Namun dengan sistem hidroponik seperti yang dilakukan kelompok binaan Bank Indonesia ini, Muqit yakin akan mampu merubah mindset masyarakat. Hanya dengan luas areal 10 kali 20 meter untuk menanam 22 ribu bibit sawi, kelompok binaan Bank Indonesia ini mampu menghasilkan omset 22 juta rupiah setiap 25 hari sekali. Bahkan Muqit menilai metode ini sangat mungkin dikembangkan di pesantren-pesantren lain.

Sementara kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jember Ahmad Bunyamin menjelaskan, ada beberapa manfaat pengembangan metode hidroponik. Selain jumlah produksinya lebih besar, sayuran yang dihasilkan lebih higienis sehingga harga jualnya juga lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan restauran-restaurant.

(906 views)