GP Ansor Jember Serahkan Pernyataan Sikap Kepada Wabup Dalam Apel Kebangsaan

Gerakan Pemuda Ansor meminta pemerintah dengan tegas melarang berkembangnya organisasi-organisasi yang jelas-jelas mengancam keutuhan NKRI. Pernyataan sikap ini diserahkan ketua PC GP Ansor Jember Ayub Junaedi kepada wakil bupati Jember Abdul Muqit Arief, selaku perwakilan dari pemerintah daerah usai gelar apel kebangsaan banser menolak khilafah di alun-alun Jember Jumat siang.

Menurut Ayub, berdasarkan informasi yang diterimanya Jember merupakan salah satu kabupaten yang akan dijadikan tempat perkembangan faham radikalisme. Karena itu Jumat siang sedikitnya seribu banser mewakili seluruh banser di kabupaten Jember, menggelar apel kebangsaan lawan radikalisme dan tolak khilafah.

Dalam apel kebangsaan ini lanjut Ayub, banser menyampaikan 3 point pernyataan sikap kepada wakil bupati Jember Abdul Muqit Arief yang juga kebetulan berlatar belakang nahdlatul ulama. Salah satunya meminta pemerintah daerah dengan tegas melarang organisasi-organisasi anti NKRI berkembang di Jember.

Sementara wakil bupati Jember Abdul Muqit Arief usai mengikuti apel kebangsaan banser mengatakan, dirinya memahami betul sikap banser yang menolak khilafah dan radikalisme. Karena memang sejak awal, NU secara umum serta Ansor dan Banser khususnya mendapat mandat dari para ulama untuk menjaga keutuhan NKRI.

Sebagai salah satu warga NU yang juga kebetulan sebagai ketua kwarcab kabupaten Jember, Muqit mengaku tidak bosan-bosannya menyelipkan pesan untuk menjaga keutuhan NKRI tersebut dalam setiap kegiatan pramuka. Namun tentu saja dengan cara berbeda dengan cara yang dilakukan oleh kader Ansor dan Banser. Sebab masing-masing elemen bangsa memiliki cara masing-masing untuk menjaga keutuhan NKRI.

Apel kebangsaan banser ini dilakukan serentak di seluruh Jawa Timur, karena Gp Ansor melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini terancam dengan berbagai aksi, yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI. Padahal bagi nahdlatul ulama, pancasila dan NKRI merupakan harga mati.

(1.617 views)