Lelang Jabatan Pemkab Jember Dinilai Setengah Hati

Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni mempertanyakan hanya 15 jabatan yang di lelang oleh bupati Jember. Sementara beberapa jabatan lain langsung diisi tanpa melalui proses lelang. Inilah yang kemudian menurut Thoif, dapat berpotensi menimbulkan tanda tanya di masyarakat bahwa proses pengangkatan pejabat bernuansa like and dislike.

Kepada sejumlah wartawan Thoif mengatakan, jika mengikuti logika yang disampaikan bupati dalam jawaban atas interpelasi DPRD, bahwa sejak ditetapkannya perda SOTK maka semua jabatan demisioner, seharusnya pengisian semua jabatan dilakukan melalui proses lelang.

Namun jika merujuk pada undang-undang ASN, maka hanya jabatan kosong saja termasuk organisasi perangkat daerah baru yang dilelang. Nyatanya beberapa posisi ditunjuk langsung oleh bupati, sementara 15 jabatan lain dilakukan proses lelang.

Proses lelang jabatan seperti inilah yang menurut Thoif dapat menimbulkan prasangka di masyarakat, bahwa bupati tebang pilih dan memprioritaskan golongan tertentu saja.

Sebelumnya tertanggal 26 Januari lalu, Pemkab Jember mengeluarkan pengumuman lelang jabatan. Setidaknya terdapat 15 jabatan yang dilelang termasuk diantaranya Sekretaris Kabupaten Jember, serta Sekretaris DPRD Jember. Padahal Gubernur memerintahkan bupati mengembalikan posisi Sekwan, karena dinilai melanggar undang-undang.

(539 views)