Bi Berharap Hukuman Pelaku Pidana Uang Palsu Memberikan Efek Jera

Bank Indonesia berharap penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana uang palsu bisa memberikan efek jera, dengan diterapkannya hukuman yang berat tanpa remisi. Sebab selama ini masih banyak pelaku di beberapa daerah merupakan residivis tindak pidana uang palsu.

Deputi sistem pembayaran kantor perwakilan wilayah Bank Indonesia Jember Ferry Tumpal Saribu menerangkan, tindakan pemalsuan uang merupakan salah satu kejahatan berat. Sebab selain dapat memperburuk ekonomi suatu bangsa, pemalsuan uang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap alat pembayaran yang sah.

Sehingga untuk memberikan efek jera terhadap pelaku pemalsuan uang rupiah, Ferri berharap aparat penegak hukum memberikan sanksi hukuman maksimal tanpa remisi. Ferry mencontohkan beberapa pelaku pemalsuan uang di Jakarta dan Bandung., yang kembali tertangkap melakukan tindak pidana serupa. Ini menunjukkan bahwa hukuman yang diberikan terlalu ringan sehingga tidak memberikan efek jera.

Ferry juga memberikan apresiasi atas kinerja Polres Jember yang pekan lalu berhasil mengungkap peredaran uang palsu senilai 650 juta rupiah. Dengan kejadian ini setidaknya masyarakat bisa menilai aparat penegak hukum tidak akan kompromi terhadap tindak pidana pemalsuan uang.

(352 views)