Perjanjian Hukuman Antara Guru Dengan Siswa SDN Karang Kedawung Tidak Sah Secara Hukum

Perjanjian antara tersangka ZN dengan siswanya di SDN karang Kedawung 1 Mumbulsari terkait hukuman makan lem, tidak sah secara hokum. Sebab perjanjian tersebut dibuat dengan anak di bawah umur.

Demikian disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo. Dihadapan polisi tersangka ZN mengaku sebelumnya pernah membuat kesepakatan dengan para siswa, akan diberikan hukuman makan lem jika siswa ngobrol sendiri saat pelajaran berlangsung.

Sesuai pasal 1230 kuh perdata lanjut Kusworo, perjanjian baru bisa dikatakan sah secara hukum jika dilakukan dengan orang dewasa. Sehingga perjanjian antara guru berinisial ZN dan murid SD Karang Kedawung 1 Mumbulsari tidak bisa dijadikan pembenaran perbuatan tersangka.

Sementara Haryadi salah satu orang tua siswa yang menjadi korban paksa makan lem, membantah pernah ada perjanjian tersebut. Haryadi menilai perjanjian itu disampaikan oleh tersangka hanya sebagai alibi untuk lolos dari jeatan hokum.

Diberitakan sebelumnya Riksa salah satu siswa SDN Karang Kedawung 1 Mumbulsari dengan didampingi orang tuanya, Senin pagi mendatangi Polres Jember untuk mempertanyakan kelanjutan proses hukum terhadap ZN.

(416 views)