Keluarga Korban Pertanyakan Proses Hukum Terhadap Guru Yang Memaksa Siswanya Makan Lem

Riksa salah satu siswa SDN Karang Kedawung 1 Mumbulsari yang merupakan salahsatu korban yang dipaksa makan lem oleh gurunya, Senin pagi mendatangi Polres Jember dengan ditemani orang tuanya. Kedatangan korban beserta orang tuanya, bermaksud untuk mempertanyakan kelanjutan proses hukum terhadap tersangka ZN.

Orang tua korban Haryadi menjelaskan, dirinya sempat beberapa kali mendatangi Polsek setempat, namun belum mendapat kepastian kelanjutan kasus yang menimpa anaknya bersama beberapa siswa yang lain. Untuk itu Senin siang dirinya mendatangi Polres Jember, untuk meminta penjelasan terkait perkembangan kasus tersebut.

Sebagai orang tua lanjut Haryadi, tentu dirinya tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu oleh gurunya. Haryadi menilai hukuman yang diberikan oleh guru dengan memaksa anaknya makan lem terlalu berlebihan dan melanggar hukum. Untuk itu dirinya menuntut agar pihak penegak hukum menjatuhkan sangsi seberat-beratnya kepada pelaku, sesuai undang-undang yang berlaku.

Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo ketika dikonfirmasi memastikan perkara ini tetap berlanjut. Bahkan Kusworo mengaku pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Meskipun pihak kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap tersangka, Kusworo memastikan dua hari ke depan semua berkas pemeriksaan terhadap tersangka telah selesai, dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jember untuk proses hukum lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya tersangka ZN yang merupakan salah satu guru di SDN Karang Kedawung 1, dilaporkan ke polisi karena diduga memberikan hukuman kepada beberapa siswanya, dengan memakan lem.  Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 80 undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun 6 bulan penjara.

(345 views)