5 Hari Pembahasan 32 Milyar Anggaran Dalam KUA PPAS Dialihkan

Setelah melakukan pembahasan anggaran selama 5 hari secara detail teradap usulan KUA PPAS APBD 2017, badan anggaran bersama tim anggaran pemkab Jember mencoret anggaran senilai 23 milyar rupiah.

Menurut wakil ketua badan anggaran Ayub Junaedi, pengalihan anggaran dilakukan bukan hanya oleh DPRD, tetapi juga oleh pemkab jember sendiri dengan berbagai alasan. Diantaranya karena SKPD merasa belum siap dan meminta agar anggaran tersebut di drop, ada juga yang karena dewan menilai SKPD tidak mampu memaparkan dengan jelas apa yang akan dilakukan dengan anggaran tersebut.

Selain Bappemas yang meminta sendiri anggaran bantuan kube di drop, bantuan toko rakyat dan warung kopi berjaringan terpaksa harus di pangkas, dari 36 juta rupiah menjadi 15 juta rupiah pertoko. Sebab Disperindag selaku leading sektor tidak mampu menggambarkan kontribusinya terhadap daerah. Apalagi kriteria yang akan dibantu ternyata toko dan warung yang sudah berjalan baik dan memiliki omset besar.

Meski demikian lanjut Ayub, ada juga beberapa SKPD yang justru anggarannya ditambah, jika mereka mampu menjelaskan manfaatnya bagi daerah. Seperti badan pendapatan daerah yang diberikan anggaran pengadaan retribusi online, untuk meminimalisir kebocoran pendapatan daerah dari sektor retribusi hotel dan restaurant.

Begitu juga dengan dinas pemuda dan olah raga, yang mendapatkan tambahan anggaran hingga 3 kali lipat untuk progam penyuluhan anti narkoba, bagi siswa SMA/SMK se kabupaten Jember. Sebab badan anggaran DPRD menilai penyalahgunaan narkoba saat ini sudah cukup memprihatinkan dan perlu adanya upaya antisipasi.

(545 views)