Komisi C Desak Bupati Copot Jajaran Direksi PDP Kahyangan

Komisi C DPRD Jember mendesak bupati selain membawa persoalan raibnya 11 ton kopi bubuk PDP ke ranah hokum, juga mencopot seluruh jajaran direksi PDP Kahyangan. Sebab direksi juga sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa ini.

Sekretaris komisi C DPRD Jember Tatin Indriati mengatakan, hilangnya 11 ton kopi PDP merupakan kejadian yang tragis, ditengah terpuruknya kondisi finansial perusahaan. Bisa jadi memburuknya kondisi keuangan PDP akibat banyak kebocoran semacam ini, yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Hanya saja baru saat ini bisa terungkap.

Tatin berpendapat atas hilangnya 11 ton kopi PDP Kahyangan ini, seharusnya tidak hanya dibebankan kepada kepala gudang beserta dua orang stafnya. Jajaran direksi secara keseluruhan juga harus bertanggung jawab. Sebab akibat buruknya sistem manajemen PDP, jajaran direksi tidak bisa mendeteksi kebocoran, yang sangat mungkin terjadi sejak lama.

hal senada diungkapkan anggota komisi C DPRD Jember Rahmad Fachkurniawan. menurut rahmad harus ada sangsi tegas terhadap seluruh jajaran direksi PDP atas raibnya 11 ton kopi bubuk tersebut.

Rahmad menduga jajaran direksi juga memiliki andil, sehingga kabocoran semacam ini bisa terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Sehingga Rahmad mendesak bupati mencopot jajaran direksi yang ada dan menggantinya dengan orang baru yang memiliki komitment membesarkan perusahaan plat merah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, komisi c DPRD Jember mendapat laporan tentang hilangnya 6 ton kopi bubuk PDP Kahyangan dari gudang penyimpanan. Namun setelah dilakukan sidak, ternyata diketahui kopi yang hilang bukan hanya 6 ton, tetapi mencapai 11 ton dari kurun waktu Januari hingga Juni 2016.

(310 views)