Petani Tantang PTPN Untuk Ambil Alih Pabrik Gula Yang Hendak Ditutup

Perwakilan petani tebu ungkapkan kemarahan dan kekecewaannya, atas rencana pemerintah menutup 9 pabrik gula di Jawa Timur. Hal ini terungkap dalam pertemuan petani tebu dengan Direktur Utama PTPN 11 Dolly Pulungan, di Arum Sabil City Forest jumat pagi.
Seperti diungkapkan salah satu petani asal Situbondo Taufik Arrahman, yang mempertanyakan pertimbangan penutupan pabrik gula tersebut. Padahal sampai saat ini 3 pabrik gula di Situbondo masih beroperasional normal.
Rencana penutupan pabrik gula ini menurut Taufik, sangat merugikan petani di Situbondo, karena selama ini mereka memiliki kultur tebu. Bahkan di beberapa daerah tidak bisa ditanami komoditas lain selain tebu.
Jika dinilai pabrik gula selama ini terus merugi, Taufik menantang PTPN melakukan audit independent. Bahkan jika perlu petani di Jawa Timur siap mengambil alih pengelolaan pabrik gula, jika PTPN sudah tidak sanggup lagi.
Sementara DIRUT PTPN 11 Dolly Pulungan menjelaskan, sebenarnya rencana regrouping ini bermaksud menyeimbangkan antara suplay dan demand khususnya terkait bahan baku. Apalagi kondisi pabrik gula yang ada dinilai sudah terlalu tua, hingga ada yang diatas seratus tahun.
Dengan regrouping pabrik gula ini menurut Dolly, akan menghasilkan kualitas gula yang lebih bagus, dengan harga yang lebih kompetitif bagi petani dan tidak terlalu mahal bagi konsumen.
Berdasarkan surat keputusan yang ditandatangani empat DIRUT PTPN, 9 pabrik pabrik gula di Jawa Timur rencananya akan ditutup. Dari 9 pabrik gula tersebut 3 diantaranya berada di Situbondo, yakni PG Panji, PG Olean dan PG Wingin Anom.
Sigit

(403 views)