Meski Sudah Dilarang Ratusan Nelayan Puger Dan Ambulu Masih Lakukan Perburuan Baby Lobster

Meskipun Menteri Perikanan dan Kelautan melarang, ratusan nelayan di kawasan Puger dan Ambulu disinyalir masih aktif melakukan penangkapan baby lobster atau dalam istilah lokal dikenal dengan sebutan benur.
Kepala Seksi Pengembangan Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan DISPERIKEL Jember Suhartono menjelaskan, berdasarkan peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan, lobster baru boleh ditangkap setelah mencapai ukuran panjang lebih dari 8 cm. Jika masih dibawah ukuran tersebut bisa dianggap merusak kelestarian lingkungan.
Namun saat ini disinyalir masih ada sekitar 180 orang nelayan Puger dan Ambulu, melakukan penangkapan baby lobster. Meski alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, jika terus diburu maka kelestarian lobster akan terancam.
Sementara salah seorang nelayan pemilik perahu Payang Abdul Muqit, mengaku setuju dengan dilakukannya penindakan terhadap pemburu baby lobster. Sebab dirinya bersama pemilik kapal besar lainnya tidak bisa melaut, karena para pemburu baby lonster ini berada di tempat yang sama.
Bahkan muqit mengaku sering kali kesulitan mencari ABK, karena mereka beralih mencari baby lobster, yang harganya mencapai 40 ribu rupiah per ekor. Padahal dalam sehari mereka bisa mendapatkan ratusan ekor baby lobster.

Sigit

(355 views)