Ratusan Warga Tuntut PEMKAB Cabut Ijin Tambak Puger

Ratusan warga Kecamatan Puger kamis siang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PEMKAB Jember. Mereka menuntut PEMKAB mencabut ijin operasional tambak Puger, yang selama ini dinilai merusak lingkungan. Sementara BPN dan DISPERIKEL menyatakan, investor tambak sudah memenuhi seluruh perijinan yang disyaratkan.
Koordinator aksi Holili Rahman mengatakan, keberadaan tambak milik PT Pandawa Lima Sejahtera bersama, mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan sehingga banyak lahan pertanian mengalami gagal panen.
Holili juga mengatakan, lahan yang digunakan sebagai areal tambak, diantaranya merupakan tanah hak nelayan dalam program land consolidation atau tanah LC tahun 2008 lalu, seluas 34 hektar. Karena itu Holili mendesak PEMKAB mencabut ijin operasional tambak milik PT. Pandawa Lima Sejahtera .
Kepala Badan Pertahan Negara, Koes Widarbo mengatakan, penerbitan ijin operasi tambak sudah melalui proses pertimbangan teknis. Menurut Widarbo, tanah yang digunakan tambak masih bestatus sebagai tanah negara, dan berada di luar batas tanah konsolidasi 2008.
Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Mahfud Afandi mengatakan, pemerintah memiliki alasan menerbitkan ijin tambak tersebut. Selain sudah mengantongi ijin dari Badan Pertanahan terkait status tanah, PT. Pandawa Lima Sejahtera bersama juga telah memiliki surat ijin gangguan atau HO dari masyarakat sekitar .
Di beritakan sebelumnya, Bupati Jember memerintah agar aktivitas pembangunan tambak Puger dihentikan sementara, sambil menunggu proses konsultasi yang akan dilakukan PEMKAB. Namun investor tambak tetap terus melakukan aktifitasnya, karena merasa sudah mengantongi seluruh perijinan. Bahkan sejak awal bulan lalu, jumlah karyawan yang semula hanya berkisar 50 orang, ditambah menjadi 160 orang.

Rusdi

(932 views)