PGRI Minta Kejelasan Status Kepala Sekolah SMA-SMK Yang Baru Dilantik

Persatuan Guru Republik Indonesia Jember, minta Bupati segera memberikan kejelasan status Kepala Sekolah SMA-SMK, yang beberapa waktu lalu dilantik. Demikian disampaikan Ketua PGRI Jember Supriyono jumat siang.

Supriyono mengakui beberapa waktu lalu dirinya di datangi sejumlah Kepala Sekolah. Intinya terjadi kebingungan di lingkungan Sekolah, sebagai dampak pelantikan tersebut. Sebenarnya baik Kepala Sekolah lama ataupun yang baru, legowo menerima apapun keputusannya.

Tetapi memang lanjut Supriyono, kepastian hukum dalam persoalan ini sangat dibutuhkan segera. Karena memang jika terjadi tabrakan aturan seperti ini, hanya pengambil kebijakan yang bisa memberikan penyelesaian. Untuk itu dalam waktu dekat PGRI akan berkirim surat kepada Bupati, untuk meminta penjelasan.

Sebelumnya Bupati Jember Faida melantik 168 orang Kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK se Kabupaten Jember. Pelantikan Kepala SMA-SMK ini yang kemudian menimbulkan polemik, karena sejak 30 September lalu sudah dilakukan serah terima personil, sarana dan prasarana dokumen, dari pemerintah daerah kepada Pemerintah Propinsi.

Sementara Kepala Dinas pendidikan Propinsi Jawa Timur kepada Pimpinan DPRD Jember menyampaikan, secara hukum pelantikan Kepala SMA-SMK yang dilakukan Bupati Jember tidak sah. Apalagi seluruh Bupati dan Walikota sudah menandatangani penyerahan P2D per tanggal 30 September lalu, dan berlaku efektif sejak 1 November 2016.

Sigit

(365 views)