Tanpa Copy Paste Penyusunan Naskah Akademik Raperda SOTK Hanya Butuh Waktu 2 Hari

Untuk membuat naskah akademik Raperda SOTK, sebenarnya hanya dibutuhkan waktu tidak lebih dari dua hari. Apalagi format baku tata cara penulisannya sudah diatur jelas dalam Undang-Undang. Demikian disampaikan Tim Ahli DPRD Jember Bambang Sunggono.

Menurut Bambang, tata cara penyusunan peraturan daerah sudah diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 dan Peraturan Mendagri Nomor 80 Tahun 2015. Bahkan sistematika penyusunan naskah akademik untuk pembuatan Raperda sudah diatur rinci dalam lampiran Undang-Undang 12 dan Peraturan Pemerintah.

Memang sebenarnya pemerintah daerah sudah tidak lagi mengalami kesulitan, karena Depdagri sudah membuat pemetaan tipologi SKPD. Meski demikian bukan berarti kemudian hanya mneyerahkan satu dua lembar kepada DPRD, tetapi kategorisasi tersebut harus dimasukkan kembali dalam kisi-kisi sistematika sesuai Undang-Undang.

Tanpa harus menjiplak dari daerah lain lanjut Bambang, untuk membuat naskah akademik seperti ini hanya dibutuhkan waktu tidak lebih dari dua hari. Sebab Kemendagri sudah memberikan patokan baku yang memudahkan pemerintah daerah.

Sebelumnya DPRD Jember menemukan adanya kesamaan antara naskah akademik Raperda SOTK Kabupaten Kediri, dengan nakah akademik yang diajukan Pemkab Jember. Karena di Kediri sudah di tetapkan, DPRD menduga Pemkab Jember yang menduplikasi naskah akademik tersebut.

Apalagi menurut Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi, kesamaan yang ditemukan bukan hanya kata perkata, tetapi tanda baca titik dan koma nyapun juga sama. Karena itu untuk kedua kalinya dewan mengembalikan naskah akademik Raperda SOTK kepada eksekutif.

Sementara Kepala Bagian Organisasi Pemkab Jember Rahman Hidayat, membantah melakukan plagiasi dari Pemkab Kediri. Rahman menduga kesamaan tersebut terjadi karena sama-sama menggunakan template yang disiapkan Depdagri.

Sigit

(371 views)