Bank Indonesia Pesimis Serapan APBD Jember Tinggi

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Ahmad Bunyamin pesimis, penyerapan anggaran di Kabupaten Jember hingga akhir tahun nanti mencapai diatas 80 persen, mengingat hingga akhir Agustus ini penyerapan anggaran masih di bawah 50 persen.

Menurut Bunyamin, pelaksanaan anggaran daerah efektif hanya sampai bulan November, karena di bulan Desember biasanya hanya digunakan untuk penyusunan pertanggung jawaban. Artinya waktu yang tersisa hanya tinggal 3 bulan kedepan.

Dengan kondisi penyerapan APBD saat ini yang masih di bawah 50 persen, menurut Bunyamin sangat berat jika harus mencapai 100 persen di akhir tahun nanti. Bahkan untuk mencapai angka 80 persen saja menurutnya sangat sulit.

Inilah lanjut Bunyamin, yang sebenarnya menjadi alasan sederhana menteri keuangan selaku bendahara negara, menunda pencairan D-A-U dan D-A-K untuk kabupaten dan kota. Jika memang hanya mampu menyerap anggaran seperti itu, jangan kemudian meminta anggaran yang besar kePADa pemerintah pusat, karena memang negara sedang dalam kondisi krisis ekonomi.

Diberitakan sebelumnya, akibat rendahnya penyerapan anggaran di sejumlah kabupaten dan kota, menteri keuangan menunda pencairan dana alokasi umum. Kabupaten Jember sendiri berada di urutan tertinggi se Jawa Timur, dengan penundaan D-A-U mencapai total 227 milyar rupiah.

Sementara beberapa kabupaten lain di tapal kuda seperti Banyuwangi, Lumajang dan Situbondo, tidak mengalami penundaan pencairan, karena penyerapan anggaran sudah mencapai diatas 50 persen.

Sigit

(283 views)