PMII Demo Tolak Tambang

Belasan aktifis PMII cabang Jember, Jumat pagi menggelar aksi unjuk rasa di bundaran DPRD Jember. Mereka menyatakan akan terus menolak rencana pemerintah pusat melakukan penambangan emas di Kabupaten Jember.

Korlap aksi Nur Hasan Rasyid mengatakan, selama ini masyarakat Jember menolak aktifitas tambang, karena dinilai akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Tidak pernah adanya sosialisasi terKAIt persoalan tambang, merupakan salah satu bukti bahwa selama ini masyarakat menolak tambang.

Namun sayangnya menurut Nur Hasan, sejauh ini DPRD dan Pemkab Jember tidak melakukan langkah kongrit apapun untuk menolak tambang. Untuk itu PMII mendesak Pemkab dan DPRD segera bersikap, agar pemerintah pusat tidak memaksakan penambangan di Kabupaten Jember.

Sementara Wakil Ketua DPRD Jember Nyoman Martini yang menemui para mahasiswa ini mengatakan, selama ini DPRD Jember khususnya PDI Perjuangan, tegas menolak tambang. Sehingga mahasiswa tidak perlu lagi mempertanyakan komitmen DPRD untuk menolak tambang.

Martini sebenarnya justru berharap, mahasiswa yang memiliki kajian ilmiah tentang dampak negatif tambang, bisa memberikannya kepada DPRD Jember sebagai bahan referensi. Sebab anggota dewan bukan ahli di bindang pertambangan.

Sebelumnya Anggota Komisi 7 DPR RI Bambang Hariyadi mengatakan, cadangan emas nasional di Pongkor Bogor sudah menipis, dan diperkirakan akan habis 2017 mendatang. Melihat gejala ini, Bambang Hariadi khawatir kandungan emas silo akan menjadi cadangan emas nasional berikutnya.

Agar tidak terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan konflik di masyarakat, Pemkab Jember harusnya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, agar Kabupaten Jember tidak dirugikan. Meski secara pribadi dirinya tidak sepakat dengan tambang di Jember, namun masyarakat tetap harus diberikan pemahaman yang benar.

Sigit

(348 views)