Dewan Pertanyakan Keabsahan Naskah Akademik RAPERDA SOTK

DPRD jember mempertanyakan keabsahan naskah akademik RAPERDA SOTK, yang baru kamis siang kemarin di terima dari PEMKAB jember. Naskah akademik tersebut hanya ditandatangani oleh KABAG organisasi PEMKAB, dan hanya berisi studi pustaka.

Wakil ketua DPRD jember Ayub Junaedi jumat siang menjelaskan, naskah akademik sudah diterima pimpinan dewan kamis siang. Ayub juga mengaku kaget, karena naskah akademik yang diberikan diluar dugaan. Selain hanya terdiri dari 34 lembar, isinya juga hanya studi pustaka,dan tidak jelas siapa akademisi yang membuat naskah tersebut.

Sebagai perbandingan Ayub mencontohkan naskah akademik RAPERDA inisiatif DPRD jember. Disana jelas menyebutkan sekretariat DPRD bekerjasama dengan LEMLIT UNEJ, karena namanya naskah akademik tentunya harus berisi kajian oleh akademisi. Bahkan jumlahnya bukan hanya puluhan lembar, tetapi bisa mencapai ratusan lembar.

Meski demikian lanjut Ayub, pimpinan dewan memerintahkan staf ahli DPRD untuk melakukan kajian, terhadap naskah akademik tersebut. Jika memang sudah sesuai aturan, maka akan langsung dilakukan pembahasan. Namun jika tidak sesuai aturan, seperti halnya naskah akademik PERDA RTRW lalu, akan dikembalikan kepada PEMKAB untuk diperbaiki.

Sebelumnya pimpinan DPRD jember menerima surat pengajuan dari bupati jember, untuk pembahasan RAPERDA SOTK tertanggal 16 agustus lalu. Surat tersebut terdiri dari 5 lembar, yang didalamnya mencantumkan 22 SKPD yang akan dilakukan pembahasan.

Wakil bupati jember Abdul Muqit Arief kepada sejumlah wartawan, mengakui akibat belum ditetapkannya PERDA SOTK, pihaknya tidak bisa melakukan penataan birokrasi secara definitif. Untuk itu Muqit berharap PERDA SOTK ini bisa segera diselesaikan, sehingga tidak sampai berdampak menghambat pembahasan apbd 2017 mendatang.

SIGIT

(475 views)