Anggota Komisi D Desak Dispendik Gugat Penerbit Buku Yang Salah Cetak Lambang Garuda.

Anggota Komisi D DPRD Jember Alfian Andri Wijaya, mendorong dinas pendidikan untuk mengajukan gugatan, kepada penerbit LKS yang salah mencetak lambang dalam garuda.

Kepada sejumlah wartawan Alvian mengatakan, kesalahan cetak lambang dalam garuda merupakan kesalahan fatal yang tidak bisa ditolerir. Apalagi buku tersebut menjadi panduan bagi anak sekolah dasar yang baru saja mengenal pancasila, dan harusnya mendapatkan pendidikan yang jelas.

Agar para penerbit buku sekolah tidak sembrono, Alvian mendorong dinas pendidikan melakukan upaya hukum terhadap penerbit buku. Dengan demikian kesalahan cetak semacam ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari.

Terkait pelanggaran yang dilakukan sekolah, Alvian sependapat dengan pernyataan sekretaris dinas pendidikan, untuk dilakukan penelusuran. Meski demikian Komisi D tetap akan meminta pertanggung jawaban dinas pendidikan. Sebab dengan terjadinya persoalan ini, berarti dinas pendidikan lalai dalam pengawasi anak buahnya.

Sebelumnya di temukan terjadinya salah cetak pada buku LKS tematik kelas 4, yang digunakan siswa SDN Mangli 1. Pada halaman 13 LKS terbitan CV. Merah Putih tersebut, sila kedua yang mestinya bergambar rantai diganti pohon beringin. Sedangkan sila keempat yang mestinya bergambar kepala banteng, diganti padi dan kapas.

Sigit

(388 views)