Pemkab Targetkan Alih Fungsi Lahan Pertanian Terus Menurun

Pemkab Jember menargetkan hingga akhir RPJMD tahun 2021 mendatang, jumlah alih fungsi lahan pangan pertanian berkelanjutan terus ditekan. Tahun ini alih fungsi lahan setiap tahun mencapai 80 hektar.
Kepala Bappekab Edi Budi Susilo menjelaskan, awalnya raperda perlindungan lahan pangan ditargetkan dibahas tahun ini. Namun ternyata belum masuk dalam program legislasi daerah tahun 2016.
Keberadaan raperda itu kata edi, sangat dibutuhkan. Sebab mekanisme alih fungsi lahan akan diatur di dalamnya, termasuk anggaran yang harus dialokasikan, sebagai pengganti lahan pangan produktif itu.
Edi tidak bisa memungkiri, jika pertumbuhan sektor jasa, perumahan, industri, berdampak terhadap besarnya alih fungsi lahan itu. Untuk itulah, di tahun 2017 mendatang, Pemkab akan menginisiasi raperda perlindungan lahan produktif. Sehingga di akhir RPJMD mendatang, alih fungsi lahan bisa ditekan hingga 50 hektar setiap tahunnya.
Diberitakan sebelumya, akibat belum adanya raperda perlindungan lahan pangan produktif, alih fungsi lahan terjadi besar- besaran. Jika kondisi itu dibiarkan, dikawatirkan akan berdampak terhadap menurunnya produktivitas pertanian di Jember. (adv)

(276 views)