90 Persen Puskesmas Tidak Bisa Diakreditasi

Sembilan puluh persen puskemas di Kabupaten Jember, tidak akan bisa dilakukan proses akreditasi. Demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Jember, Mohammad Hafidi.

Kepada Kiss Fm Hafidi mengatakan, dari data yang didapat Komisi D, 90 persen tenaga farmasi atau apoteker di puskesmas, masih lulusan SMK. Padahal sesuai undang- undang, tenaga farmasi harus lulusan diploma tiga atau sarjana srata satu.

Karena kondisi itulah kata Hafidi, jika tidak ada peningkatan pendidikan formalnya, maka bisa dipastikan, 90 persen puskesmas yang ada di Jember tidak akan bisa diakreditasi.

Saat ini lanjut Hafidi, puskemas yang telah terakreditasi masih ada di kawasan kota. Itupun tidak secara keseluruhan, baru beberapa puskemas saja.

Untuk itulah politisi PKB ini berharap, agar Pemkab Jember benar- benar serius, mengatasi persoalan tersebut. Karena ini akan menjadi pekerjaan rumah, yang harus segera diselesaikan oleh pemerintahan yang baru.

(325 views)