Target Capaian Kinerja Bupati 5 Tahun Kedepan Dinilai Terlalu Rendah.

Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Jember menilai tidak ada ayang istimewa dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD yang diajukan bupati, khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan. Dalam waktu 5 tahun kerja, bupati hanya menargetkan penurunan angka kemiskinan di kabupaten Jember sebesar 1,28 persen.

Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Jember Ayub junaedi menilai, penurunan angka kemiskinan yang ditargetkan bupati terlalu rendah. Dalam waktu 5 tahun kerja, target penurunan angka kemiskinan hanya 1,28 persen, atau sekitar 0,3 persen pertahun.

Hal ini menurut Ayub, tidak sesuai dengan semangat bupati yang selama ini disampaikan, untuk menjadikan progam pengentasan kemiskinan sebagai progam prioritas. Padahal FKB membayangkan dalam RPJMD, bupati memiliki terobosan baru yang mampu menurunkan angka kemiskinan di Jember secara signifikan.

Hal senada disampaikan ketua DPRD Jember Thoif Zamroni, yang juga mengaku kaget dengan target indikator kinerja, yang dicanangkan bupati selama 5 tahun kedepan. Thoif berharap bupati tidak terlalu pesimis dengan kinerjanya.

Thoif mengaku cukup kaget dengan target penurunan angka kemiskinan dan pengangguran yang sangat kecil, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di kabupaten Jember. Padahal DPRD Jember memiliki ekspektasi yang jauh lebih besar kepada bupati, seperti slogan Jember baru Jember bersatu.

Diberitakan sebelumnya, dalam paripurna penyampaian nota pengantar RPJMD, bupati memaparkan sejumlah target capaian kinerja hingga 5 tahun kedepan. Diantaranya penurunan kemiskinan dari 11,28 persen ditahun 2016, turun menjadi 10 persen di tahun 2021 mendatang.

Selain itu angka pengangguran juga turun dari 4,64 ditahun 2016, menjadi 4 persen di tahun 2021 atau turun hanya 0,64 persen selama 5 tahun kedepan. Sementara selisih angka pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun kedepan hanya di targetkan naik 0,85 persen saja.

Sigit

(451 views)