DPRD Jember Bentuk Pansus RPJMD.

Untuk menindaklanjuti rencana pembangunan jangka menengah daerah yang diajukan bupati, DPRD Jember Senin malam membentuk panitia khusus, yang beranggotakan 21 orang anggota dewan perwakilan seluruh fraksi.

Pembentukan Pansus RPJMD ini sudah sejak lama direncanakan, untuk membahas RPJMD yang disusun oleh bupati terpilih. Wakil ketua DPRD Jember Ayub Junaedi menegaskan, pembentukan Pansus sama sekali tidak ada kaitannya dengan surat dari bupati, yang meminta diagendakannya proses konsultasi DPRD.

Sebab surat dari bupati sudah dijawab oleh DPRD Jember Senin siang, yang intinya menolak mengagendakan konsultasi dewan. Selanjutnya menjadi tugas Pansus RPJMD untuk berkonsultasi kepada Mendagri, langkah apa yang bisa dilakukan ketika bupati tidak melakukan penyusunan RPJMD, sesuai dengan waktu dan tahapan yang diatur dalam Permendagri 54 tahun 2010.

Sebelumnya bupati Jember Faida, berkirim surat kepada pimpinan DPRD Jember, meminta diagendakannya proses konsultasi dewan terhadap draft RPJMD. Namun karena dinilai sudah terlambat terlalu jauh dari ketentuan, pimpinan DPRD Jember menolak mengagendakan proses konsultasi dewan.

Dalam Permendagri 54 tahun 2010, bupati terpilih sudah harus menyerahkan draf RPJMD kepada DPRD, paling lambat 10 minggu setelah dilantik. Sementara bupati baru menyerahkan draft RPJMD Senin 13 Juni 2016 sore, atau hampir 4 bulan setelah dilantik.

Sigit

(312 views)