Database Nama Guru Penerima Sertifikasi Terhapus Secara Misterius

Seorang Guru Bahasa Indonesia SMK Berdikari Jember Abdul Azis, mengaku database nya tiba- tiba terhapus dari sistem guru yang telah lolos Uji Kompetensi Guru, UKG, sebagai syarat penerima tunjangan profesi pendidik atau sertifikasi.
Kepada sejumlah wartawan Azis mengatakan, tahun 2015 lalu dirinya mengikuti UKG dan dinyatakan lulus. Setelah itu ada perintah untuk melengkapi syarat administrasi, dan di data online dinyatakan sudah terverifikasi.
Namun lanjut Azis, selang beberapa waktu kemudian, saat dirinya akan melengkapi syarat pembagian jam pelajaran, ternyata datanya terhapus dalam sistem tersebut.
Azis mengaku kaget saat mengetahui datanya sudah tidak ada, padahal sebelumnya sudah dinyatakan terverifikasi. Akhirnya dia memutuskan untuk melakukan klarifikasi ke Dinas Pendidikan, dan belum mendapat jawaban tegas mengenai hilangnya data tersebut.
Rencananya kata Azis, pihaknya juga akan berkirim surat ke Komisi D DPRD Jember, terkait persoalan yang dialaminya tersebut.
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Jember Subadri Habib mengaku, telah menjawab secara resmi terkait persoalan yang dialami Abdul Azis tersebut. Bahkan surat itu sudah dilayangkan ke lembaga yang bersangkutan.
Subadri mengakui, jika banyak persoalan terkait proses sertifikasi guru. Seperti Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, NUPTK ganda, kemudian ada guru yang tidak terus-menerus mengajar satu mata pelajaran, dalam rentang waktu tertentu.
Namun Subadri membantah, jika persoalan tersebut kesalahan Dinas Pendidikan, tetapi bisa jadi disebabkan karena kesalahan operator di masing- masing sekolah.

(505 views)