Dewan Rekomendasikan Bupati Larang HTI Berkegiatan Di Jember.

DPRD Jember merekomendasikan kepada bupati, untuk melarang hizbut tahrir indonesia berkegiatan di kabupaten Jember. Hal ini dilakukan setelah DPD HTI Jember, tidak hadir dalam pertemuan untuk memberikan klarifikasi Rabu siang.

Wakil ketua DPRD Jember Ayub Junaedi usai hearing menjelaskan, sebenarnya pertemuan yang di fasilitasi DPRD Jember Rabu siang, merupakan permintaan MUI dan pcnu untuk memberikan ruang kepada HTI atas tuduhan yang diarahkan kepada mereka.

Namun melalui surat yang ditandatangani ketua DPD HTI Jember, mereka menolak hadir dengan alasan tidak diberi kewenangan oleh DPP HTI untuk menyampaikan hal tersebut. Dengan demikian DPRD menilai masukan dari MUI kabupaten Jember, FKUB, pcnu Jember dan Kencong serta PD Muhammadiyah Jember sudah cukup. Dan disimpulkan DPRD merekomendasikan kepada bupati untuk melarang HTI berkegiatan di wilayah kabupaten Jember.

Sama dengan masukan yang disampaikan MUI, FKUB, pcnu Jember dan Kencong sebelumnya, HTI disinyalir merupakan organisasi anti pancasila dan mengancam keutuhan nkri. Sebab berdasarkan sejumlah literali resmi yang dikeluarkan oleh HTI sendiri, jelas mereka memiliki misi negara kilafah, dimana di seluruh dunia ini hanya akan dimpimpin oleh satu orang pemimpin, yang disebut dengan khalifah.

Sigit

(292 views)