Kontrol OJK Terhadap Bank Masih Lemah

Otoritas Jasa Keuangan tidak bisa memberikan sangsi, kepada perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat yang meminta jaminan tambahan atau anggunan. Sebab mekanisme penyaluran kredit menjadi kebijakan masing-masing perbankan.

Demikian disampaikan Kepala OJK Jember Aidil Khaidir, menyikapi desakan Anggota Komisi 11 DPR RIMohammad Nur Purnamasidi, agar OJK memberikan teguran kepada perbankan penyalur KUR yang masih meminta anggunan.

Menurut Aidil, OJK hanya bersifat memberikan himbauan kepada perbankan. Sebab sesuai peraturan Bank Indonesia, perbankan harus menganut asas kehati-hatian. Jika memang bidang usaha kreditur sudah sangat meyakinkan, mungkin bisa saja perbankan tidak meminta jaminan tambahan. Tetapi jika dirasa masih meragukan, tentu perbankan akan meminta anggunan meski nilai pinjaman dibawah 25 juta.

Disatu sisi lanjut Aidil, perbankan harus mengikuti peraturan pemerintah untuk tidak meminta anggunan. Tetapi disisi lain perbankan juga harus menganut asas kehati-hatian. Sebab sumber dana yang dipinjamkan kepada kreditur berasal dari perbankan sendiri. Sedangkan pemerintah hanya memberikan subsidi bunga, sehingga bunga yang dikenakan dalan KUR hanya 9 persen pertahun.

Sebelumnya Anggota Komisi 11 DPR RI Mohammad Nur Purnamasidi, mendesak OJK memberikan teguran kepada perbankan penyalur KUR, yang masih meminta anggunan untuk pinjaman dibawah 25 juta rupiah. Padahal sesuai peraturan pemerintah, penyaluran KUR dengan nominal dibawah 25 juta, tidak harus menggunakan anggunan.

Purnamasidi dalam resesnya di Jember dan Lumajang, melihat penyaluran KUR masih sangat minim. Diantaranya akibat kurangnya sosialisasi, dan permintaan anggunan oleh perbankan penyalur KUR.

(358 views)