GP Ansor Desak Bupati Larang HTI Berkegiatan Di Jember

Ratusan masa Gerakan Pemuda Ansor, Senin pagi kembali melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pemkab Jember. Mereka menuntut bupati dengan tegas melarang Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI, yang jelas-jelas menolak Pancasila dan NKRI, untuk berkegiatan di Kabupaten Jember.

Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaedi dalam pertemuan dengan bupati menyampaikan, sesuai Undang-Undang Organisasi apapun wajib mengakui Pancasila dan Undang-Undang Dasar ‘45. Sedangkan ketika Banser menyodorkan surat pernyataan agar HTI mengakui Pancasila dan NKRI dalam acaranya Minggu kemarin, HTI jelas-jelas menolak menandatanganinya.

Untuk itu lanjut Ayub, Ansor mendesak bupati sebagai pemangku kebijakan tertinggi, dengan tegas melarang HTI berkegiatan di Jember, seperti halnya yang dilakukan bupati Jombang, Tulungagung dan beberapa kabupaten kota yang lain.

Sementara Bupati Jember Faida yang menemui langsung perwakilan Ansor menyatakan, sikap Pemkab Jember sudah jelas, bersama Forkompimda akan membubarkan kegiatan apapun yang menentang Pancasila dan mengusik NKRI.

Meski demikian negara menjamin kebebasan setiap orang untuk berorganisasi, menyampaikan pendapat dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Membubarkan HTI lanjut Faida, bukan menjadi kewenangan bupati tetapi kewenangan Menkumham. Faida juga mengaku tidak bisa melarang HTI berkegiatan di Jember, selama kegiatan tersebut tidak mengusik Pancasila dan NKRI.

Sebelumnya Minggu pagi ratusan Banser mengepung dan membubarkan Gedung New Sari Utama, yang menjadi tempat digelarnya acara HTI. Sebab sesuai kesepakatan dengan pihak kepolisian, HTI dilarang memasang tulisan maupun atribut tentang khilafah. Namun nyatanya, atribut khilafah masih berkibar dalam acara tersebut.

Sementara Kapolres Jember memerintahkan dilakukannya pemeriksaan terhadap panitia penyenggara kegiatan HTI, karena mereka dinilai sudah melanggar kesepakatan bersama kepolisian, untuk tidak membawa atribut khilafah yang dimungkinkan menimbulkan konflik horisontal.

(369 views)