Agunan Belum Diberikan, Warga Jalan Gajah Mada Wadul Dewan

Lifani Candra warga Jalan Gajah Mada Kaliwates, mengaku dipersulit oleh salah satu BPR, saat akan mengambil agunannya. Demikian terungkap dalam hearing antara Komisi B bersama Otoritas Jasa Keuangan, Selasa pagi.
Usai hearing Lifani menjelaskan, persoalan yang menimpa dirinya, sebenarnya telah memiliki kekuatan hukum tetap hingga putusan kasasi di Mahkamah Agung. Sesuai amar putusan Mahkamah Agung, dirinya harus membayar hutang ke BPR tersebut.
Hutang tersebut lanjut dia, sudah dibayarkan pihaknya melalui proses konsinasi di Pengadilan Negeri Jember, karena pihak BPR tidak mau menerima, dengan alasan dirinya masih memiliki tanggungan.
Lifani menambahkan, Juru Sita Pengadilan Negeri Jember, sebenarnya sudah dua kali mendatangi BPR tersebut, untuk melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung, dengan mengambil agunan berupa sertifikat tanah miliknya. Namun upaya itu gagal, karena pihak BPR tidak kooperatif.
Sementara Kepala OJK Jember Aidil Chaidir mengaku belum bisa berbuat banyak, terkait kasus tersebut. Sebab belum ada pengaduan yang masuk kepada pihaknya. Apalagi kasus itu sudah masuk ke ranah hukum.
Meski demikian, Aidil mengaku siap memfasilitasi antara nasabah tersebut dengan pihak BPR, agar ditemukan jalan keluar.
Terpisah Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri mendesak OJK Jember, untuk memberikan sanksi terhadap BPR tersebut. Sebab pihak manajemen BPR tidak bersikap kooperatif, karena agunan milik nasabah tidak diberikan. Padahal yang bersangkutan sudah tidak memiliki tanggungan.

(323 views)