Untuk Memperbaiki Harga Tembakau Petani Harus Kurangi Luas Areal Tanam

Untuk memperbaiki harga tembakau di pasaran, petani harus memperhatikan kebutuhan pasar. Tahun 2016 ini, diperkirakan kebutuhan tembakau hanya berkisar 500 ton, atau setara dengan 294 hektar lahan.

Kepala Dinas Perkebunan Dan Kehutanan Jember Maskur menjelaskan, sejak tahun 2015 lalu pihaknya sudah meminta petani untuk mengurangi areal tanam tembakau. Namun himbauan tersebut tidak dilakukan, justru areal tanam bertambah dibanding tahun sebelumnya. Akibatnya harga tembakau turun sangat tajam, akibat over stock.

Begitu juga untuk tahun ini, diprediksi kebutuhan tembakau turun lagi dibanding tahun lalu, akibat sejumlah Gunas masih memiliki sisa stock tahun kemarin. Untuk jenis tembakau Na-Oogst misalnya, hanya butuh 500 ton atau setara dengan 294 hektar. Padahal luar areal tanam tahun lalu mencapai 600 hektar lebih.

Maskur berharap petani tembakau di Jember mengikuti arahan Disbunhut, untuk melakukan pengurangan luas areal tanam. Sebab jika tidak dikhawatirkan harga tembakau tahun ini semakin terpuruk. Padahal akibat overstock tahun lalu saja, harga tembakau kasturi anjlok hingga di harga 500 rupiah per kilogram.

(402 views)