Komisi B Minta Pertanggung Jawaban Disperindag Terkait Mangkraknya Resi Gudang.

Komisi B DPRD Jember nilai resi gudang yang sudah menelan anggaran 5 milyar rupiah lebih, belum termanfaatkan dengan maksimal. Untuk itu Komisi B akan meminta pertanggung jawaban Disperindag.
Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri memprediksi, ada beberapa faktor yang menyebabkan petani enggan memanfaatkan resi gudang. Diantaranya karena lokasi yang jauh dari para petani, sehingga butuh waktu dan biaya lebih tinggi bagi petani untuk membawa hasil panennya.
Apapun alasannya lanjut Bukri, dirinya berharap resi gudang yang sudah dibangun menggunakan uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan.salah satunya dengan jalan memanfaatkan resi gudang secara maksimal.
Sementara kabid Perdagangan Disperindag ESDM Jember Agus Dwi Abadi menjelaskan, memang serapan resi gudang masih rendah. Tetapi bukan berarti resi gudang tidak ada aktifitas.
Tujuan dibangunnya resi gudang menurut Agus, untuk tunda jual saat memasuki panen raya. Tetapi untuk saat ini, walaupun sudah memasuki panen raya, harga jual hasil panen para petani dipasaran cukup tinggi. Sehingga mereka tidak perlu melakukan tunda jual
Berdasarkan data yang ada, tahun 2014 lalu ketika resi gudang didirikan, terserap 80 ton hasil panen petani berupa jagung dan gabah. Tahun 2015 terserap 50 ton, sementara hingga akhir maret 2016 ini belum ada penyerapan sedikitpun. Padahal resi gudang di Jember memiliki daya tampung 2 ribu ton.

Sigit

(413 views)