Balita Asal Antirogo Mengalami Gizi Buruk

Akibat mengalami gizi buruk, seorang balita asal kelurahan Antirogo harus menjalani perawatan intensif di RSD Dokter Subandi, sejak tanggal 26 Februari lalu. Dengan usia 15 bulan, pasien atasnama Ahmad Fanani hanya memiliki berat badan 5,5 kilogram.
Susiati menceritakan, sejak beberapa bulan lalu putranya selalu muntah ketika disuapi makanan. Sehingga tidak ada sedikitpun makanan bisa masuk kecuali ASI. Akibatnya dari hari kehari berat badan anaknya terus menurun.
Peristiwa ini menjadi perhatian Komisi D DPRD Jember. Kamis siang beberapa anggota Komisi D melihat langsung kondisi pasien di rumah sakit. Anggota Komisi D DPRD Jember Indri Jati menerangkan, untuk balita seusia Ahmad ini harusnya sudah memiliki berat badan 8 kilogram.
Artinya, Ahmad merupakan balita yang bisa dikategorikan berada di bawah garis merah. Dengan perawatan intensif rumah sakit, diharapkan satu minggu hingga 1 bulan kedepan berat badan Ahmad sudah berada di atas garis merah.
Indri Jati berharap, kedepan setelah kondisi Ahmad membaik, orang tua lebih telaten lagi dalam memberikan asupan makanan kepada putranya. Muntah pada balita menurut Indri Jati, merupakan proses penyesuaian lambung. Tetapi orang tua tidak boleh putus asa, harus terus menerus dicoba untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan anaknya.

(471 views)