Ketua Dan Anggota Komisi D Beda Pendapat Soal Pungutan Dalam Kegiatan Fogging

Ketua dan anggota komisi D DPRD jember, beda pendapat terkait pungutan senilai 5 ribu rupiah tiap kepala keluarga, dalam kegiatan pengasapan sarang nyamuk atau fogging, yang dilakukan dinas kesehatan kabupaten jember.

 

Ketua komisi D DPRD jember Mohammad Hafidi mengakui dirinya banyak mendapat keluhan dari masyarakat, tentang adanya pungutan tersebut. Tetapi memang dalam APBD 2016, tidak ada alokasi anggaran untuk membeli solar yang dibutuhkan saat fogging. Yang ada hanya alokasi anggaran untuk membeli obat fogging.

 

Sedangkan untuk kebutuhan solar lanjut hafidi, baru akan dialokasikan dalam perubahan apbd mendatang. Sehingga untuk keperluan membeli solar saat ini dibutuhkan swadaya dari masyarakat. Hafidi berharap masyarakat memaklumi kondisi ini, karena fogging juga untuk kepentingan masyarakat sendiri.

 

Sementara anggota komisi D DPRD jember dari fraksi PDI perjuangan agus sofyan, tidak sependapat dengan pernyataan hafidi. Agus berpendapat, fogging merupakan kewajiban pemerintah, untuk melindungi masyarakat dari wabah demam berdarah. Sehingga tidak dibernarkan meminta pungutan dengan alasan apapun kepada masyarakat.

 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat mempertanyakan pungutan senilai 5 ribu rupiah setiap kepala keluarga, untuk melakukan fogging di daerahnya. Hal ini juga dibenarkan humas dinas kesehatan jember yumarlis. Menurut yumarlis, dinas kesehatan tidak memiliki anggaran untuk pembelian solar, yang diperluakan untuk melakukan fogging. Yang disediakan hanya anggaran untuk pembelian obat fogging.

(1.564 views)