Dinsos Menduga Terjadi Kesalahan Dalam Pendataan Masyarakat Miskin Di Jember

Kepala dinas sosial kabupaten jember Heru Sunarso menduga, terjadi kesalahan dalam pendataan jumlah masyarakat miskin di kabupaten jember. Jika merujuk data penerima kartu indonesia sehat, 40 persen masyarakat jember masuk kategori miskin.

Kepada sejumlah wartawan heru menjelaskan, sebenarnya 17 ribu lebih masyarakat jember penerima kartu indonesia sehat tahun 2015 lalu, dianulir karena tidak masuk kategori miskin. Tetapi kementerian sosial memasukkan 64 ribu masyarakat jember yang lain dalam kategori miskin.

Heru berpendapat, mustahil 40 persen atau hampir 1 juta jiwa dari total 2,6 juta masyakat jember, masuk kategori miskin. Heru menduga pendataan yang dilakukan tim kesejahteraan sosial kecamatan atau TKSK tidak valid. Apalagi dengan tenaga 1 orang TKSK untuk setiap kecamatan, dinilai tidak seimbang jika dibandingkan jumlah penduduk yang harus didata.

Diberitakan sebelumnya, badan penyelenggara kesejahteraan sosial BPJS cabang jember, mulai membagikan kartu indonesia sehat dan progam bantuan iuran atau KIS-PBI. Untuk kabupaten jember sendiri, tahun 2016 ini hampir 1 juta jiwa atau 40 persen masyarakat jember tercatat sebagai penerima KIS-PBI.

(436 views)