Komisi D Minta Rumah Sakit Layani Pasien Demam Berdarah Dari Keluarga Miskin

Komisi D Dprd jember meminta kepada rumah sakit daerah subandi, untuk tetap menerima pasien demam berdarah, dari keluarga miskin yang tercover dalam BPJS kesehatan penerima bantuan iuran pemerintah, meskipun kondisinya belum shock.

Ketua komisi d dprd jember mohammad hafidi mengatakan, sesuai dengan aturan di bpjs kesehatan, pasien demam berdarah tidak akan dicover biayanya, apabila langsung dirujuk ke rumah sakit sebelum kondisinya shock.

Politisi PKB ini mengaku menyesalkan dengan aturan tersebut. Sebab pasien demam berdarah butuh penanganan intensif seperti di rumah sakit. Sementara aturan di BPJS menyebutkan, jika pasien demam berdarah sebelum kondisinya shock, kemudian dirujuk ke rumah sakit, maka bpjs tidak akan menanggung biayanya.

Untuk itu lanjut hafidi, pihaknya meminta kepada rumah sakit untuk tetap melayani peserta BPJS yang terserang demam berdarah, meskipun kondisinya belum shcok. Jika memang peserta itu berasal dari keluarga miskin, maka akan disarankan menggunakan surat pernyataan miskin.

Atas persoalan itulah, hafidi mengaku akan memanggil bpjs kesehatan, untuk melakukan klarifisikasi terkait aturan tersebut.

(1.424 views)