KPU Jember Abaikan Rekomendasi Pansus dan Lanjutkan Tahapan Pilkada

KETUA KPU - ACHMAD ANIS

Jember Hari Ini – Meski Panitia Khusus (Pansus) Pilkada DPRD Jember merekomendasikan penghentian sementara tahapan pilkada, KPU Kabupaten Jember tetap melanjutkan rekapitulasi suara hasil pilkada hingga tuntas 18 Desember mendatang.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Jember, Ahmad Anis, tidak boleh ada pihak manapun yang bisa menghalangi tahapan pilkada, kecuali keputusan konstitusi secara hukum. Jika ada pihak-pihak yang menilai keputusan KPU salah, Anis mempersilahkan menempuh jalur konstitusi yang sudah ada. KPU Kabupaten Jember tetap meyakini, pelaksanaan pilkada 9 Desember lalu sudah sesuai prosedur dan ketentuan dalam undang-undang dan Peraturan KPU.

Senada dengan Anis, Komisioner KPU lainnya, Ahmad Hanafi, menyatakan, rekomendasi Panitia Khusus Pilkada DPRD Jember tidak cukup menjadi alasan bagi KPU untuk menghentikan tahapan pilkada. Justru jika KPU menunda tahapan yang sudah ditetapkan, bisa dianggap melanggar Peraturan KPU. Sebab, lanjut Hanafi, seluruh tahapan pilkada sudah diatur dalam Peraturan KPU yang berlaku secara serentak di seluruh Indonesia. Tahapan yang sudah ditentukan tidak bisa serta merta ditunda atau dihentikan oleh pihak manapun kecuali dengan keputusan konstitusi atau hukum.

Sebelumnya, Pansus Pilkada Kabupaten Jember merekomendasikan kepada KPU untuk menghentikan sementara tahapan pilkada, setelah adanya unjukrasa Aliansi Masyarakat Peduli Konstitusi yang menilai pelaksanan pilkada 9 Desember cacat hukum. Sebab, kedua Paslon sama-sama terlambat menyerahkan laporan penerimaan dan penggunaan dana kampanye yang dalam Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2015 dibatasi paling lambat tanggal 6 Desember jam 18.00. Harusnya sesuai aturan tersebut, kedua Pasangan Calon mendapatkan sanksi pembatalan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati. (Fath)

(716 views)