Polri Diminta Berikan Kuota Khusus Bagi Santri untuk Jadi Anggota Polisi

KEHADIRAN KAPOLDA JATIM

Jember Hari Ini – Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Pakusari, Mohammad Hafidi, minta polri memberikan kuota khusus bagi santri untuk masuk dalam pendidikan calon bintara polri. Hal ini disampaikan Hafidi di hadapan Kapolda Jatim, Irjen Polisi Anton Setiadji, di Mapolres Jember Jumat pagi.

Menurut Hafidi, selama ini banyak santri berguguran di tahap seleksi awal penerimaan bintara polri. Mereka kalah bersaing dengan peserta lain yang berasal dari pendidikan formal. Sehingga menjadi sulit bagi santri untuk menjadi anggota polri, jika tidak diberikan kuota khusus.

Mendengar permintaan pengasuh Ponpes Bustanul Ulum ini, Kapolda Jatim Irjen Polisi Anton Setiadji mengaku senang jika banyak polisi berasal dari kalangan santri. Sebab, diyakini polisi yang berasal dari kalangan santri tidak akan menyakiti hati rakyat, apalagi melakukan pemerasan. Sesuai aturan, lanjut Anton, siapapun yang berminat menjadi anggota polri diharuskan lolos psikotes. Untuk itu, Anton minta Kapolres Jember, AKBP Sabilul Alif, aktif turun ke pondok pesantren untuk melatih dan memberikan bimbingan mental kepada santri. Dengan demikian, santri memiliki kesiapan secara psikologis dibanding peserta lain dari jalur pendidikan formal lainnya.

Lebih jauh Kapolda menerangkan, sebenarnya saat ini sudah banyak santri khususnya di Jawa Timur yang diterima menjadi polisi. Selain kemampuan akademis mereka dinilai memenuhi syarat, dari hasil psikotes ternyata mereka memang cocok menjadi polisi. (Hafit)

(427 views)