Audiotorial “Pupuk dan Kamtibmas”

Polisi mengembangkan dua kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi. Pengembangan meliputi penelusuran dari hilir hingga ke hulu yang menjadi sumber distribusi pupuk yang didiga diselewengkan itu.

Syukurlah kalau begitu. Sebab, dengan menelusuri hingga ke hulu, polisi akan terhindar dari prasangka miring seolah polisi hanya bisa menangkapi pelaku kelas teri. Sementara cukongnya bebas berkeliaran. Pengembangan kasus hingga ke bagian hulu juga berarti menuntaskan masalah. Sebab, kalau cuma pelaku yang kategorinya pedagang eceran yang ditangkapi, penyelewengan pupuk bersubsidi tidak akan pernah berhenti.

Lebih dari itu, pupuk adalah komoditi strategis yang kalau barang itu tersendat distribusinya berpotensi menimbulkan keresahan. Petani merugi karena hasil panen mereka tidak bisa menutupi ongkos produksi. Pendek kata, pupuk sebagai komoditi strategis, bisa menjadi pemicu keresahan sosial jika distribusinya tidak beres, harganya dipermainkan.

Sekali lagi, langkah polisi mengembangkan kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi patut diapresiasi. Syukur kalau niat dan itikad itu juga berlaku untuk barang atau komoditi strategis lainnya seperti beras atau elpiji. Kasusnya memang belum ada tetapi karena pencegahan dianggap sebagai langkah penting, maka komiditi strategis itu juga patut diawasi distribusinya. Tentu bukan hanya polisi, tapi juga pihak lain yang terkait dengan distribusi barang strategis tersebut.

Bukan apa-apa, sekarang adalah masa-masa pilkada. Makin hari suhu politik biasanya makin hangat. Bisa jadi, makin dekat hari H pilkada peningkatan suhu politik mengalami eskalasi alias percepatan. Dalam situasi seperti itu apa saja bisa dijadikan isu pemicu keresahan.

Begitulah, sepintas tidak ada hubungan antara pupuk dan barang atau komoditi strategis lainnya dengan keresahan sosial. Tetapi bagi petualang atau pihak-pihak yang berkepentingan atas kekacauan, bisa saja memanfaatkan isu yang berhubungan langsung dengan hajat hidup warga masyarakat sebagai pemancing keresahan. Bukan hendak mendewakan teori stabilitas, tetapi nyatanya stabilitas memang sangat dibutuhkan, terutama dalam situasi menjelang pilkada. (Aga)

(414 views)